Cara Menghitung Service Charge Hotel, Resort, dan Villa Lengkap

Cara Menghitung Service Charge Hotel, Resort, dan Villa Lengkap

Dalam ilmu perhotelan, Service Charge merupakan biaya tambahan yang dikenakan oleh hotel kepada tamu untuk jasa pelayanan yang telah diberikan selama masa menginap.

Service Charge biasanya diberikan dalam bentuk persentase dari biaya total kamar dan jasa lainnya yang digunakan oleh tamu.

Penggunaan Service Charge sendiri bervariasi di setiap negara dan tergantung pada peraturan pemerintah serta kebijakan masing-masing hotel.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat, tidak memberlakukan Service Charge, tapi mengharuskan tamu memberikan tip kepada staf hotel sebagai bentuk apresiasi atas layanan yang diberikan.

Namun di Indonesia, Service Charge umumnya sudah termasuk dalam tagihan hotel dan biasanya sebesar 10% dari total biaya.

Lebih Jauh Tentang Service Charge

Sebelum memulai pembahasan tentang service charge dan bagaimana cara menghitungnya. Kamu perlu tahu lebih dulu pengertian tentang service charge itu sendiri.

Service Charge merupakan biaya yang harus diberikan oleh tamu kepada staff hotel yang telah memberikan pelayanan kepada tamu tersebut. Biaya tersebut bisa beragam jumlahnya.

Biaya layanan ini cukup umum dikenakan karena termasuk dalam bidang pelayanan jasa. Dalam konteks hotel, biaya pelayanan yang dimaksud termasuk mencakup serangkaian kegiatan pelayanan.

Pelayanan dimulai dari check in, bermalam di hotel, sampai pelayanan saat check out. Pelayanan ini menjadi salah satu indikator yang menentukan kualitas pelayanan.

Biaya Service Charge juga dikenakan di bisnis dalam satu lapangan yang sama, seperti resort, motel, villa, dan jasa penginapan lainnya.

Tapi, apakah service charge membayar hotel atau pegawai dari hotel? Orang awam tentu tidak mengetahui ke mana biaya jasa ini dibayarkan.

Rupanya, 95% dari service charge memang dibayarkan ke pekerja hotel. Tidak main-main, peraturan ini bahkan diatur dalam Permenaker No. 7 Tahun 2016, lho.

Tujuan Service Charge

Tujuan dari service charge adalah untuk memberikan kompensasi kepada karyawan hotel yang terlibat dalam memberikan layanan kepada tamu.

Selain itu, service charge juga dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas hotel, seperti renovasi atau penambahan peralatan.

Penggunaan service charge turut pula membantu mempertahankan keberlangsungan bisnis dan mengurangi ketergantungan pada harga kamar yang sudah cukup tinggi.

Dengan adanya service charge, diharapkan karyawan dapat merasa dihargai atas kerja keras mereka. Dengan begitu, mereka pun akan memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada tamu hotel.

Cara Menghitung Service Charge Hotel

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menghitung service charge hotel? Pada dasarnya service charge hotel tidak memiliki besaran yang pakem.

Setiap hotel dapat membuat kebijakan besar service charge masing-masing. Namun, tentu saja kebijakan ini atas dasar kualitas layanan yang ditawarkan.

Biaya service charge biasanya ditagihkan bersama dengan biaya pajak. Seperti yang kita ketahui, besar pajak PPN kini 11% dari total harga transaksi. Untuk biaya kamar hotel, pajak dihitung 11% dari total harga kamar ditambah dengan biaya service charge.

Misalnya sebuah kamar di hotel A memiliki harga Rp 2.000.000 per malam. Begini kira-kira gambaran hitungannya:

Harga kamar: Rp2.000.000

Service charge: Rp2.000.000 x 15% = Rp300.000

Pajak: (Rp2.000.000 + Rp300.000) x 11% = Rp253.000

Maka, total biaya kamar di hotel A satu malam adalah Rp2.000.000 + Rp300.000 + Rp253.000 = Rp2.553.000.

Skema Pembagian Service Charge

Sesuai dengan Permenaker (Ketentuan Menteri Ketenagakerjaan) Nomor 7 tahun 2016, kurang lebih isi dari peraturan tersebut adalah sebagai berikut.

  • 3% untuk pergantian atas terjadinya kejadian atas resiko kehilangan atau kerusakan barang-barang hotel.
  • 2% untuk pemberdayaan kenaikan kualitas sumber daya manusia/kekaryawanan. Ini bisa juga dipakai di beberapa kegiatan pegawai, seperti olahraga, atau acara kebersamaan.
  • 95% untuk dibagi ke karyawan/pekerja.

Bagaimana jika Pengusaha Tidak Memberi Service Charge

Jika pengusaha tidak memberikan service charge, maka pengunjung atau tamu hotel akan membayar harga yang lebih rendah dan pengusaha akan menanggung biaya operasional dan gaji karyawan sendiri.

Namun, perlu diingat bahwa service charge bukanlah pajak, sehingga tidak ada kewajiban bagi pengusaha untuk memberikan service charge pada tamu hotel.

Meskipun begitu, banyak juga pengusaha yang memberikan service charge sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan pada karyawan hotel yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada tamu.

Dalam undang-undang Permenaker No.7 Tahun 2016, pemberian uang service charge adalah wajib, khususnya di industri yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan.

Tantangan Menjelaskan Service Charge Pada Tamu

Seringkali tamu bertanya-tanya sebenarnya apa gunanya dari service charge tersebut, maka pertanyaan tersebut bisa menjadi tantangan bagi para pelayan hotel.

Para karyawan hotel pun sudah pasti diberikan pelatihan atas jawaban terbaik saat ditanyai tamu mengenai service charge. Beberapa tantangan yang dihadapi sebagai berikut:

1. Tamu Tidak Paham

Tamu mungkin saja tidak puas dengan pelayanan yang telah diberikan, bahkan sebenarnya mereka sama sekali tidka paham apa itu service charge.

Saat tamu tidak puas, lalu dimintai service charge, maka berakibat pada kehilangan pelanggan.

2. Penjelasan yang tidak Cukup Jelas

Staff Hotel harus sudah siap untuk menjelaskan dengan detail dan mudah dipahami mengenai service charge itu sendiri. Bahkan sebenarnya service charge diperlukan untuk meningkatkan pengalaman dari pelanggan itu sendiri.

3. Persyaratan Hukum Negara

Setiap negara memilikmi persyaratan yang berbeda terkait service charge. Di Indonesia sendiri, service charge sudah dimasukkan ke dalam bill, sehingga staff hotel tidak perlu meminta lagi kepada pelanggan.

Scroll to Top
Chat Admin Disini