tips memotret

Tips Memotret Saat Berwisata Di Tempat Bersejarah

Tempat bersejarah merupakan tempat resmi di mana objek sejarah politik, militer, budaya atau sosial yang bernilai budaya telah dilestarikan. Hampir semua situs bersejarah dilindungi oleh undang-undang, banyak di antaranya telah menerima status resmi sebagai Situs Bersejarah Nasional. Hal ini biasanya berarti tempat bersejarah tersebut harus berusia minimal 50 tahun.

Indonesia memiliki banyak tempat bersejarah yang dapat Anda kunjungi dengan rekan-rekan Anda. Pengalaman tersebut merupakan suatu kebanggaan bagi sebagian orang, jadi umumnya ketika Anda mengunjungi tempat bersejarah umumnya Anda akan hunting foto menggunakan kamera atau smartphone Anda. Hal ini menjadi hal yang penting sebab Anda dapat menceritakan perjalanan Anda tidak hanya menggunakan kata-kata tapi juga dengan media foto maupun video. Tapi apakah Anda sudah mengerti tentang cara memotret yang baik? Jika belum berikut kami berikan tips memotret di tempat bersejarah khususnya, dan tempat lain pada umumnya.

Tips Memotret Tempat Bersejarah

· Datang Lebih Awal

Tips memotret pertama yang kami berikan kepada Anda adalah datang lebih awal ke tempat bersejarah. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan foto secara utuh tanpa banyak pengunjung lain datang, selain itu pemotretan kadang tidak bisa dilakukan sepanjang waktu. Hal tersebut juga tergantung kepada cuaca, dan umumnya waktu pagi hari merupakan waktu terbaik untuk mendapatkan hasil foto terbaik karena saat pagi hari matahari akan menyinari langit yang biru.

· Gunakan Lensa Wide Angle

Salah satu jenis lensa dalam kamera, mendapatkan sebutan lensa wide-angle yang berarti luas. Lensa wide angle berarti lensa dapat mencakup sudut pandang yang lebar, sehingga dengan menggunakan lensa tipe ini cakupan area pada gambar menjadi lebih luas. Lensa Wide angle sejatinya dirancang untuk memotret subjek sudut lebar dalam jarak dekat atau di ruang sempit. Hal tersebut sangatlah cocok untuk mendapatkan pemAndangan yang sangat luas di tempat bersejarah yang Anda kunjungi. Misalkan Anda menggunakan kamera smartphone, maka gunakan fitur panorama yang saat ini telah banyak tersedia pada smartphone yang ada.

· Hindari Shaking Kamera

Kejadian yang sangat mengganggu fotografer amatir maupun professional sekalipun, hal ini dapat Anda hindari dengan berbagai cara. Misalnya Anda perlu belajar untuk memegang kamera secara benar, hal ini pastinya sangat bermanfaat dalam memotret dalam hal apapun. Selain itu, saat melakukan pemotretan sebaiknya Anda menggunakan aperture kamera yang sesuai dengan fokus lensa yang Anda gunakan. Jika saja kecepatan rana yang Anda gunakan terlalu lambat, maka seluruh gambar yang terpotret akan buram karena gerakan kamera yang terjadi secara tidak sengaja. Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah mengunakan tripod atau monopod, sehingga akan mengurangi kemungkinkan goyangan pada kamera Anda.

· Gunakan Sense of Depth

Saat Anda melakukan pemotretan tempat bersejarah dengan cara lanskap, alangkah baiknya menggunakan fitur ini, yang membuat penonton foto Anda akan merasa seolah-olah sedang disana. Penggunaan lensa Wide Angle dan Aperture kecil akan membuat foto yang Anda hasilkan tajam dan memuaskan. Hal lain yang harus Anda lakukan adalah penempatan objek atau orang di latar foto Anda, sehingga memberikan penekanan skala jarak yang nyata. Penggunaan tripod juga sangat mendukung hal ini, sebab pemotretan ini akan menggunakan kecepatan rana yang lambat.

· Gunakan Latar Belakang Sederhana dan Unik

Pemotretan wisata bersejarah biasanya menggunakan latar belakang tempat tersebut. Dalam dunia fotografi latar belakang yang unik dan sederhana, biasanya akan menghasilkan foto yang unik dan berkesan. Jika memungkinkan gunakan latar belakang yang unik dan ikonik tempat bersejarah tersebut, sehingga para pemirsa penikmat hasil foto Anda akan terfokus pada gambar dan menjadi lebih tertarik dengan hasil gambar Anda. Hal ini juga sangat penting untuk menciptakan foto yang unik, estetik dan otentik terhadap tempat bersejarah yang Anda kunjungi.

· Gunakan Flash Secara Bijak

Penggunaan flash kamera yang berlebihan akan menghasilkan foto yang terlihat kasar dan tidak alami, terutama jika tempat yang Anda kunjungi berada dalam ruangan. Jika tempat Anda dirasa kurang dalam pencahayaan, maka Anda bisa mengatasi dengan mengatur ISO pada kamera. Secara umum ISO adalah mengatur cahaya yang masuk pada sensor kamera. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan aperture seluas mungkin, sehingga memungkinkan lebih banyak cahaya untuk masuk ke sensor kamera. Tripod juga menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai pemotretan, hal ini akan mengurangi tingkat blur pada hasil foto Anda.

· Cari Angle Unik

Tips terakhir yang dapat kami berikan adalah carilah tempat atau angle unik pada tempat bersejarah yang anda kunjungi. Karena umumnya foto tempat bersejarah terlalu membosankan karena monoton dalam pengambilan gambarnya. Maka dari itu untuk menghindari kesan monoton pada gambar, sebaiknya anda mencari angle unik yang jarang orang menggunakannya dalam pemotretan.

Demikian tips memotret dalam perjalanan wisata yang dapat kami berikan kepada Anda, semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi Anda. Selanjutnya ketika ingin melakukan kunjungan ke tempat bersejarah, penggunaan armada transportasi sangat dibutuhkan. Urusan transportasi liburan dapat anda percayakan kepada Andara Bus, yang siap menemani perjalanan wisata anda. Informasi lengkap tentang fasilitas dan harga sewa armada transportasi dapat Anda lihat pada website Andara Bus atau sewa bus pariwisata Jakarta, jangan ragu untuk mengunjungi website tersebut karena anda akan mendapatkan hal menarik lainnya.

Have A Nice Day 😊

Scroll to Top
Chat Admin Disini