sejarah museum radya pustaka

Museum Radya Pustaka: Sejarah, Lokasi, Jam Buka & Harga Tiket

Anda sedang berwisata ke Solo? Kurang rasanya jika tidak mengunjungi museum Radya Pustaka. Berikut ini sejarah museum Radya Pustaka serta lokasinya yang ingin berwisata mengingat sejarah masa lampau.

Mengenal Museum Radya Pustaka

Salah satu destinasi wisata sejarah yang berada di Solo atau Surakarta yaitu museum Radya Pustaka. Museum Radya Pustaka merupakan sebuah museum tertua di Indonesia. Pada museum ini terdapat berbagai macam koleksi pustaka seperti Deli In Woord en Beeld, Darmo Lelangon, Miniatur Panggung Sangga Buwana, Pawukon Mawi Gambar, Miniatur Masjid Demak, Serat Yusuf, dan lain-lain. Museum Radya Pustaka terletak pada pusat kota Surakarta sehingga memudahkan pengunjung untuk mengaksesnya.

Sejarah Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka dari dulu sampai sekarang, masih memiliki bangunan yang hampir sama tidak banyak berubah. Gedung museum yang bergaya arsitektur Belanda masih dipertahankan dengan warna khas ala keraton yaitu warna putih, biru tua, dan kuning emas yang menjadi ciri khas dari museum ini.

Museum Radya Pustaka didirikan sejak tahun 1890 oleh Pangeran Sambernyawa saat beliau menjabat sebagai Mangkunegaran ke IX di Kerajaan Solo. Bangunan dari museum merupakan bangunan bekas Istana Mangkunegaraan yang diubah menjadi museum pada tahun 1890.

Dahulunya museum dibangun sebagai wadah untuk menyimpan serta memamerkan berbagai koleksi seni, budaya, dan naskah kuno dari keluarga kerajaan maupun masyarakat setempat. Namun seiring berkembangnya waktu, koleksi semakin bertambah dan semakin beragam.

Koleksi baru dari museum Radya Pustaka adalah koleksi koin era Belanda yang telah disimpan di museum Belanda. Koin ini dulu beredar di kalangan masyarakat Indonesia sebagai mata uang resmi.

Museum Radya Pustaka mulai menarik perhatian masyarakat dan menjadi destinasi wisata bersejarah yang cukup populer di Surakarta.

Tahun 1939, museum Radya Pustaka resmi diakui oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai museum negara dan menjadi salah satu budaya tertua di Indonesia. Saat ini, Museum terus berupaya menjaga dan memperkaya koleksinya dengan menambahkan berbagai artefak dan naskah kuno langka dan berharga.

Museum Radya Pustaka dianggap sebagai museum tertua di Indonesia yang menyimpan berbagai koleksi beragam seperti naskah kuno, arkeologi, etnografi, dan numismatik. Pengelola Radya Pustaka terus berinovasi dan mengembangkan untuk memberikan pengalaman wisata bagi para pengunjung yang datang.

Lokasi Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka merupakan museum bersejarah di Surakarta berlokasikan tepat di Jl. Slamet Riyadi No.275, Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141. Untuk menuju lokasi museum ini sangat mudah karena wisatawan dapat menggunakan aplikasi Google Maps sebagai petunjuk arah menuju lokasi. Lokasi museum juga berada di pusat kota sehingga mudah untuk menjangkau dengan transportasi umum.

Jam Buka Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka beroperasi dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB di hari senin sampai kamis. Untuk hari jumat museum beroperasi dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Pada hari weekend atau hari libur museum Radya Pustaka tutup.

Harga Tiket Museum Radya Pustaka

Untuk memasuki kawasan museum radya pustaka, pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya masuk sebesar harga tiket 5 ribu rupiah untuk kategori orang dewasa, Rp 2500 untuk anak-anak, dan biaya parkir motor sebesar 2 ribu rupiah.

Masuk ke kawasan wisata museum Radya Pustaka tidak memerlukan biaya yang mahal, namun pengunjung dapat menikmati wisata bersejarah yang ada di Surakarta.

Daya Tarik Museum Radya Pustaka

Mengunjungi museum Radya Pustaka, pengunjung dapat menikmati pemandangan benda kuni dan lain-lain menjadi daya tarik tempat ini sebagai tempat wisata. Selain itu, beberapa hal lain yang menjadi daya tarik dari museum Radya Pustaka sebagai berikut.

1. Belajar Sejarah

Di museum Radya Pustaka terdapat koleksi barang kuno, buku sejarah yang bervariasi, juga terdapat koleksi khusus seperti kitab Negarakertagama yang menjadi buku sejarah dari kerajaan Surakarta serta kisah Babad Tanah Jawi.

Pengelola museum Radya Pustaka juga sering menyelenggarakan kegiatan seperti pameran seni, workshop, seminar yang bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya Indonesia ke masyarakat luas.

2. Bangunan Bersejarah

Selain dapat belajar sejarah, di Museum Radya Pustaka pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan yang berdiri tegak sejak zaman kerajaan. Bangunan tersebut memiliki keunikan dengan desain arsitektur klasik Jawa yang kental. Gedungnya juga mengusung arsitektur Jawa Kuno dengan ornamen ukir-ukir kayu dan batu indah menambah keindahan dan kekayaan budaya Jawa.

3. Melihat Koleksi

Di Museum Radya Pustaka, pengunjung dapat melihat dan menikmati koleksi kuno seperti Miniatur Panggung Sangga Buwana. Miniatur ini merupakan bangunan yang dipercaya sebagai tempat pertemuan raja Surakarta dengan ratu kidul atau Ratu Samudra Selatan.

Selain itu, terdapat patung Ronggowarsito yang menjadi simbol museum Radya Pustaka terletak di halaman depan museum. Kemudian, chantik Rajamala yang dipercaya sebagai penguasa air ditempatkan di depan kapal, serta koleksi-koleksi lain seperti miniatur Imogiri, Senjata Pancasula, Wayang Beber, Caesar Napoleon Porcelain Goblet, Miniatur Masjid Agung Demak, Vajraghanta, Svalokitesvara, Dai Nippon Teikoku Seihu Sepoeloeh Roepiah, De Javasche Bank Tien Gulden, Irah-Irahan Gambir Anom, Orgel, Ancient Clock Machine, Jalak Weapon, dan lain-lain.

Demikian informasi mengenai Sejarah dari museum Radya Pustaka, jam buka, harga tiket masuk, dan daya tarik dari museum tersebut. Semoga informasi ini yang dituliskan oleh Andarabus dapat menambah wawasan bagi para pembacanya.

Scroll to Top
Chat Admin Disini