wisata cirebon

Wisata Keraton Kanoman Cirebon

Kegiatan berwisata memang sangat meyenangkan bukan? Biasanya berwisata di lakukan pada musim-musim liburan ataupun di hari-hari weekend. Nah, apakah kamu sudah memiliki rencana berwisataan untuk akhir pecan nanti? Masih bingung destinasi mana yang akan kamu kunjungi? Bagi anda warga Cirebon atau warga Jakarta dan sekitarnya jangan lupa untuk mencoba mengunjungi salah satu wisata Cirebon yaitu Keraton Kanoman. Ingin tahu lebih lanjut tentang wisata Cirebon Kuningan yang satu ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Tentang Keraton Kanoman

wisata cirebon

Seperti wisata sejarah lainnya, Keraton Kanoman bukan hanya menjadi salah satu obyek wisata budaya yang ada di Cirebon melainkan juga sebagai salah satu hal yang berperan penting untuk berdirinya Kota Cirebon. Keraton Kanoman ini tentu ada kaitan yang sangat erat dengan perkembangan agama Islam di kota Cirebon. Hal inilah yang mengakibatkan bangunan dari Keraton ini juga memiliki corak yang menggambarkan keislaman yang cukup kuat.

Mitos yang Berkembang

Hampir seluruh lokasi wisata di Indonesia memiliki cerita sendiri-sendiri terlebih untuk bangunan yang bersejarah seperti Keraton Kanoman ini. Ya, Keraton Kanoman pun memiliki mitosnya sendiri. Pada beberapa naskah kuno di tuliskan bahwa Pitu Si Blawong yang ada di area Keraton ini bahkan sudah berdiri sejak sebelum Keraton itu di dirikan. Adanya Pintu Si Blawong ini ialah sejak pada masa pemerintahan Prabu Sri Jayabhupati dari Kerajaan Padjajaran. Beliau adalah raja ke 20 dari kerajaan Padjajaran.

Dari cerita yang hingga kini masih beredar, Pintu Si Blawong ini ternyata bisa menghubungkan dengan dunia lain alias dunia ghaib. Bahkan ia juga masih kokoh berdiri hingga saat ini. Pintu si Blawon ini hanya ada di 3 tempat yaitu Kanoman, Kerajaan Padjajaran serta Kahyangan. Dahulu, pintu ini hanya boleh di lewati oleh keluarga kerajaan saja. Mereka melewati pintu ini jika ingin ke Siti Hinggil. Namun, seiring berjalannya waktu kini pintu tersebut hanya di buka setahun sekali dan hanya bisa di lewati oleh Sultan saja. Untuk melewatinya juga tidak sembarangan, sultan akan melewati ketika pawai saja dan harus mengenakan pakaian sufi.

Bangunan

Seperti keraton Jogja, Keraton ini juga di buat dengan bangunan yang menghadap ke Utara. Corak yang ada di bagian depan adalah corak Hindu dan biasanya di fungsikan seperti mimbar yaitu tempat kedudukan ketika berpidato ataupun menghadiri sebuah upacara. Tempat yang di maksud memiliki sebutan yaitu Balai Manguntur. Sedangkan untuk bagian tengahnya terdapat Siti Hinggil. Siti Hinggil jika di artikan ialah berarti tanah yang tinggi. Bangunan ini ada sejak abad ke 14 Masehi. Bisa di katakan bahwa bangunan ini bisa menjadi sebuah saksi tentang penyebaran agama Islam di Cirebon.

Ya, keraton memang selalu berdekatan dengan alun-alun begitupun pada Keraton Kanoman ini. Alun-alun adalah sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya warga atau tempat untuk menerima tamu yang hendak masuk untuk menghadap pada Sultan Anom. Selanjutnya terdapat sebuah halaman bernama Jinem Anom yaitu sebuah halaman yang berfungsi untuk melindungi inti pada keraton ini. Bentuk bangunannya adalah berbentuk L. Yang terakhir, ada pula halaman Keraton Kanoman yang menjadi pusat atau inti dari istana. Memiliki gaya colonial, halaman ini di bangun oleh Sultan Anom III dan berlokasi di sebelah halaman Jinem.

Hal Apa yang Menarik?

Keraton Kanoman memang bisa di katakan sebagai wisata Cirebon Kuningan yang sangat menarik dan sayang untuk tidak di kunjungi. Bagi penggemar sejarah, wisata ini menjadi tempat yang paling cocok untuk menimba sejarah loh. Lalu, apa saja sih daya tariknya?

1.    Benda Peninggalan Sejarah

Sudahkah anda mendengar Paksi Baga Liman? Paksi Baga Liman adalah salah satu kereta kuda yang sangat legendaris. Benda sejarah ini hingga kini masih terkoleksi dan tersimpan rapi di Keraton Kanoman. Pembuatnya bernama Pangeran Losari di tahun 1428 Masehi dengan berbahan kayu sawo.

2.    7 Sumur

Keraton Kanoman memiliki 7 sumur sendiri loh. Tentunya ke tujuh sumur ini tidak serta merta di dirikan tanpa adanya maksud. Ia memiliki fungsi sendiri-sendiri di mana hal tersebut di sesuaikan dengan keinginan yang sedang memiliki hajat. Meski ada 7 sumur, namun ada dua sumur yang hanya dapat di lihat dan di kunjungi dalam kurun waktu 1 tahun sekali loh. Waktu yang di pilih adalah ketika memperingati Maulid Nabi.

3.    Pusat Peradaban Cirebon

Lokasi wisata Cirebon yang satu ini memang sangat kental akan sejarah. Bagi anda yang ingin menapak tilas serta menelusuri jejak sejarah dari Sunan Gunung Jati maka tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke wisata Cirebon yang satu ini. Jangan lupa untuk mengajak rombonganmu dengan melakukan sewa bus pariwisata ya.

4.    Museum Senjata

Apakah anda adalah salah satu orang yang penasaran dengan benda-benda yang di gunakan untuk perang? Ya, Keraton Kanoman ini menyediakan sebuah museum senjata yang bisa anda kunjungi. Di tempat ini, anda bisa mengetahui bagaimana sejarah dari benda-benda pusaka yang pernah di gunakan oleh masyarakat terutama masyarakat Cirebon untuk berperang melawan Belanda.

Lokasi

Keraton Kanoman ini berlokasi di Jalan Kanoman, No. 40, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat. Tertarik untuk mengunjunginya? Yuk, ajak rombongan wisatamu berkunjung ke Keraton Kanoman bersama sewa bus pariwisata Jakarta.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Untuk memasuki lokasi ini anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena harga tiketnya terhitung cukup murah dengan wisata yang sangat menarik ini. Harga tiket tidak ada perbedaan di setiap harinya yaitu hanya Rp. 10.000,- saja. Anda bisa mengunjungi wisata ini di hari Senin hingga Minggu atau setiap hari di jam 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Wah, anda bisa mengunjunginya di hari apapun loh. Sangat fleksibel bukan? Yuk berkunjung ke Keraton Kanoman bersama sewa bus pariwisata.

 

Scroll to Top
Chat Admin Disini